Make your own free website on Tripod.com

CATATAN KULIAH

MATA KULIAH : ILMU BUDAYA DASAR

OLEH : HANNA PANGGABEAN

ILMU BUDAYA DASAR

1. Pengertian dan Tujuan Mempelajari Ilmu Budaya Dasar

Mata kuliah ilmu budaya dasar adalah suatu usaha pendidikan yang memusatkan perhatian pada pengembangan pemikiran dan perasaanmahasiswa berkenaan dengan gejala-gejala budaya serta hakekat dan harkat manusia.

Setelah mempelajari Ilmu Budaya Dasar (IBD), mahasiswa diharapkan dapat memperlihatkan :

Adapun tujuan mahasiswa mempelajari dari mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :

  1. Agar mahasiswa lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaandan budaya serta lebih bertanggung jawab terhadap masalah tersebut.
  2. Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati terhadap nilai-nilai lain yang hidup pada masyarakat.
  3. Mengembangkan daya kritis terhadap persoalan kemanusiaan dan daya kebudayaan.
  4. Mendukung dan mengembangkan kebudayaan dengan sendiri dengan kreatif
  5. Tidak terjerumus kepada sifat kedaerahan dan pengkotakan displin ilmu
  6. Agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun
  7. Agar dapat memenuhi tuntutan dari Tri Darma Perguruan Tinggi, khususnya Darma Pendidikan.

2. Manusia Di Dalam Alamnya

A. Manusia Hubungannya Dengan Kebudayaan

Tuntutan kodrat pribadi manusia sendiri mencapai kemanusiaan yang penuh dan sejati melalui kebudayaan, sebab tanpa kebudayaan ia mahluk yang tak berdaya jadi korban dari keadaannya yang tidak lengkap dengan dan naluri-nalurinya yang tidak terpadu.

Manusia menciptakan kebudayaan sebaliknya juga manusia diciptakan oleh kebudayaan. Mahluk yang lahir di dunia ini belum dikatakan manusi, melainkan harus dijadikan manusia. Manusia menjadi manusia oleh karena kebudayaan yaitu system pendidikan, bahasa tata sopan santun, adapt istiadat, agama dan lain-lain.Selain kebudayaan menghasilkan manusia, kebudayaan juga menghasilkan manusia tertentu, misalnya kebudayaan Batak menghasilkan orang Batak.

B. Manusia dan Hubungannya Dengan Alam Raya

Manusia tidak hidup dalam suatu lingkungan alam yang murni, yang tidak tersentuh oleh pikiran dan tangan manusia, melainkan di dunia yang lingkungan alamn yang telah dikerjakan oleh manusia beribu-ribu tahun lamanya. Dunia merupakan tempat kediaman manuasia, telah dibangun danterus dibangun oleh generasi-generasi secara silih berganti. Proses pembangunan dunia sesuai dengan kemungkinan yang ditemukan manusia pada alam murni disebut dengan kerja.

Manusia harus bekerja untuk membangun dan menegakkan dunianya, dan seandainya tidak bekerja ia tidak berdaya menghadapi kekuatan-kekuatan alam lingkungannya yang dapat menghancurkannya. Kerja selain suatu keharusan juga dapat dilihat sebagaiu hak istimewa manusia. Hanya manusialah yang diberi kemampuan untuk menuangkan pikirannya kedalam materi dimana dengan bekerja manusia membuktikan diri sebagai manusia.

Namun dari berbagai kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang dapat menghayati kerja sebagai istimewa. Banyak orang yang merasa terpaksa bekerja dan menghayati kerja-kerja itu sebagai beban hidup. Mereka mudah tergoda untuk bermalas-malas saja, mencuri waktu dan berbagai bentuk sikap negative lainnya. Mereka tidak menghayati kerja sebagai peryataan diri untuk mengembangkan dunia dan diri sendiri selaku manusia.

Dengan menghayati kerja sebagai pengungkapan diri, manusia sungguh-sungguh mau membangun dunia dan dirinya. Ia mengerahkan kegiatan kerja pada suatu tujuan yaitu untuk melengkapi dan mengembangkan dirinya.

C. Manusia dan Hubungannya Dengan Sesama

Hubungan manusia dengan sesama jauh lebih penting daripada hubungan manusia dengan alam raya, karena berpangkal pada sifatnya yang rohani yaitu manusia dilahirkan dari persatuan jasmani dan rohani antara pria dan wanita. Dengan bergaul dengan sesama, seorang anak menjadi manusia yang sesungguhnya. Dengan bergaul dengan sesame manusia, mencintai sesame manusia dan menyerahkan diri kepada manusia, maka manusia dapat menciptakan kebahagiaan dan kesempurnaan.

Didalam kebersamaannya, manusia menungkapkan dan mewujudkan diri sebagai mahluk yang membudaya. Hidup bersama dengan manusia lain seperti dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan. kesehatan, olah raga dan agama. Dimana-mana orang mencari untuk mengadakan relasi kekeluargaan, persahabatan, kerja, kemasyarakatan dan lain-lain, sehingga kesosialan adalah ciri hakiki manusia, mahluk yang selalu dan di mana-mana hidup bersama.

D. Manusia dan Hubungannya Dengan Tuhan

Tuhan adalah abadi dan tak terubahkan, tetapi pengertian manusia tentang Tuhan yang tidak selalu sama. Cara manusia melukiskan Tuhan dalam pikirannaya ada yang berubah sesuai dengan perkembangan kepribadiannya (citra Tuhan yang dinamis) tetapi ada juga yang tidak berubah (citra Tuhan yang tidak statis).

Suatu citra disebut statis kalau tidak mengalami perubahan sepanjang beri-ribu tahun lamanya diman manusia menghayati kebersatuaannya dengan lingkungan alamnya. Ia belum terlalu menyadari bahwa ia sendiri diberi kekuasaaan dan kemampuan oleh penciptanya untuk menaklukkan alam dan menetapkan arah dan tujuannya, mengelola dan mewujudkan segala kemampuannya. Keteraturan hokum alam dihayati sebagaiman yang telah ditetapkan oleh Tuhan misalnya bencana alam . gagal panen, wabah, kemiskinan dan kematian yang tidak terselami. Mereka memilik citra Tuha yang statis yakni mempunyai gambaran Tuhan selalu otoritas tertinggi yang telah memberlakukan hokum-hukumNya untuk selama lamanya.

Citra Tuhan disebut dinamis kalau ikut berkembang bersama perkembangan individu dan masyarakatnya. Orang tidak menerima lagi setiap keadaan dengan dalih pada istilah takdir tetapi manusia itu sendiri yang menentukan nasib atau keadaannya, Keadaan statis dari dahulu yang disangka memantulkan kehendak Tuhan, diubah menjadi keadaan dinamis yang mencerminkan kebebasan manusia.

3. Manusia Dan Cinta Kasih

Cinta kasih mengandung arti yang berbeda-beda, misalnya istilah jatuh cinta, dilamun asamara, atau cinta kasih seorang ibu kepada bayinya, cinta kasih terhadap tanah air, cinta kasih terhadap alam, cinta kasih terhadap musik, mencintai sesame manusia seperti mencintai diri sendiri atau cinta seorang lelaki pada seorang perempuan. Semua istilah tersebut tidak sama tetapi merupakan variasi-variasi sekian banyak.

Kasih sayang adalah kebahagian manusia, oleh karananya setiap manusia pasti pernah merasa atau mengalaminya dan sekaligus inti dari permaalahan yang dihadapi dan dialami manusia, dimana kasih sayang menimbulkan daya kreatifitas manusia untuk mencipta atau menikmati hasil seni budaya atau karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya antara lain :

Jenis dan bentuk cinta kasih

  1. Cinta kasih Keluarga
  2. Pengertian dari salah satu jenis cinta kasih yang mengandung arti kasih sayang dalam keluarga atau rumah tangga. berbicara tentang kehidupan berumah tangga, maka cinta kasih sayang adalah kunci kebahagiaan. kasih sayang adalah merupakan pertumbuhan dari cinta, yaitu cinta antara pria dan wanita lain diakhiri dengan dengan perkawinan atau hidup berumah tangga di dalam keluarga, maka cinta akan berlanjut menjadi sayang.

    Kasih sayang sebagai kunci kebahagiaan hidup berumah tangga menurut adanya rasa tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian saling terbuka sesame anggota keluarga, sehingga rumah tangga itu merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh. Sedangkan apabila salah satu unsure atau lebih hilang atau mengandung keraguan, maka inilah suatu pertanda retaknya keutuhan rumah tangga tersebut.

  3. Cinta kasih pria dan wanita
  4. Seperti cinta kasih antara seorang pria dan wanita, pemuda pemudi dan antara seorang isteri dangan suami.

    Menurut Emil Brunner : Bagi kita eros terutama dikenal karena hubungannya dengan adjektivikum "erotik" yang bertalian erat dengan seks. tetapi meurut plato, eros berarti setiap bentuk cinta kasih ditentukan oleh adanya nilai. Eros adalah suatu penarikan yang didalam jiwa oleh adanya nilai pada yang dicintai itu.

    Menurut batasnya, eros berarti cinta kasih yang bermotif atas alasan. Kita mencintai .., oleh karena , walhasil eros ialah suatu jenis tingkah laku rasio yang berdasarkan akal atau pikiran. Adalah wajar apabila kita mau mencintai obyek yang bernilai untuk dicintai. Eros selalu dimotifer oleh kualitas obyek yang dicintai.

    C.S. Lewis membeda-bedakan antara eros dengan apa yang disebut venus. Demikian juga Williams mengatakan bahwa bangsa yunanipun membedakan atara eros denga apa yang mereka sebut "Epihemia" (=nafsu). selanjutnya Lewis berpendapat bahwa yang ia maksudkan dengan venus ialah segala yang mempepunyai sangkut paut dengan soal seks. ia berpendapat bahwa seksualitas dapat beroperasi tanpa eros, ataupun bisa merupakan bahagian dari eros.

    Cinta kasih dalam arti kemesraan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kedidupan manusia dan berarti termasuk sebagai inti permasalahan yang dihadapi dan dialami manusia dalam kehidupannya.

    Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat mencinptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki. Betapa banyaknya ungkapan kemesraan yang dituangkan dalam bentuk seni, misalnya seni pahat, seni patung, seni lukis, seni musik, seni sastra, dalam betuk drama, film dan lain-lainnya.

  5. Cinta kasih persaudaraan atau Philia
  6. Cinta kasih jenis philia ini dapat diberi arti dengan menggunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini merupakan perwujudan dari rasa tergugah karena penderitaan dalam arti luas. penderitaan yang disebabkan oleh berbagai hal, misalnya karena cacat, ketuaan, penyakit yang diderita, yatim piatu, ditimpa bencana alam, kelaparan dan sebagainya.

    Setiap manusia mempunyai potensi untuk berbuat belas kasihan, namun masalahnya terletak pada tinggkat kerelaan seseorang itu sebagai ukuran pada cinta yang dimiliki untuk berbuat belas kasihan dan memang tidak sama bagi setiap manusia.

    Dalam kehidupan ini banyak sekali yang harus dikasihi dan banyak pula cara orang menumpahkan rasa belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi. Disamping itu banyak orang terutama para seniman menuangkan rasa belas kasihannya lewat daya kreativitasnya dengan menciptakan berbagai karya seni sesuai dengan bakat yang dimilikinya.

  7. Cinta kasih Agape atau pemujuaan

Jenis cinta kasih ini bersifat transental yaitu kasih Tuhan yang menyelamatkan. pemujaan terhadap Tuhan pada hakekatnya merupakan manifestasi cinta kepada Tuhan. kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. tidak ada seorangpun yang dapat membantah bahwa Tuhan adalah pencipta segala-galanya. Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri.

Tuhan adalah maha pengasih dan maha penyayang, karena itu pemujaan kepada Tuhan adalah inti dan nilai serta makna dari kehidupan manusia yang sesungguhnya. Bahwa dalam kehidupan sehari-hari orang mengatakan Tuhan menentukan, manusia wajib menentukan mati hidup adalah ditangan Tuhan dan lain sebagainya, semua itu adalah pertanda bahwa orang mengakui akan kebesaran Tuhan.

Didalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai agama dan kepercayaan yang dianut serta menurut situasi dan kondisi. Pemujaan-pemujaan ini dilakukan sebagai perwujudan cinta manusia kepada Tuhan dan sekaligus ingin berkomunisasi kepada Tuhannya. Hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya, mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekurangan yang ada padanya dan sebagainya.

Ada empat system kasih menurut anjuran Kagawa yaitu :

          1. Berusahalah selalu untuk tidak ingin menonjolkan diri sendiri.
          2. Berusahalah untuk selalu memperayai hal-hal yang baik.
          3. Berusahalah untuk mempunyai harapan yang teguh.
          4. Berusaha senantiasa untuk mempunyai kesabaran terhadap segala hal.

Persoalan cinta kasih tidak akan pernah habis-habisnya dibicarakan oleh manusia. Cinta kasih itu sendiri adalah misteri kehidupan. Semua jenis-jenis cinta kasih yang kita usahakan memisah-misahkannya ini, pada hakekatnya saling tutup menutupi yang satu dengan yang lain.

4. Manusia dan Keindahan

Menurut cakupannya, orang harus membedakan antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda yang indah. Untuk membedakan kedua hal ini, dalam bahasa inggris sering digunakan istilah "Beauty" (keindahan) dan "The Beautiful" (benda atau hal yang indah). Selain itu menurut luasnya juga dibedakan pengertian :

  1. Keindahan dalam arti luas
  2. Keindahan dalam arti luas meliputi keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.

  3. Keindahan dalam arti setetik murni
  4. Keindahan dalam arti setetik murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.

  5. Keindahan dalam arti terbatas

Keindahan dalam arti terbatas adalah yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan, yaitu berupa keindahan bentuk dan warna.

Dengan panca indera kita setiap saat menikmati keindahan dan berusaha menciptakan atau berbuat memperindah agar lebih menarik, mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua itu menunjukkan bahwa setiap manusia mencintai keindahan.

Pada saat bercinta, setiap isan ingin bahkan bergelora hatinya untuk menciptakan keindahan misalnya dalam bentuk puisi, lukisan, rangkaian bunga atau apa saja yang dapat diciptakannya. Wajarlah kalau cintai itu kuat sekali membangkitkan daya kreativitas para seniman untuk menciptakan keindahan.

Keindahan adalah identik dengan keindahan. Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran tidak indah misalnya tiruan lukisan monalisa tidak indah karena dasarnya tidak benar.

Menurut The Liang Gie pengertian keindahan dianggap salah satu jenis nilai (nilai estetik) yakni nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tecakup dalam pengertian keindahan. Bahwa setiap yang berkaitan dengan pengertian keindahan melalui penampilannya dan penghayatan penghayatan maka setidak-tidaknya akan menemukan penggolongan nilai terpenting yaitu nilai ekstrinsik dan nilai intrinsic.

Nilai ekstrinsik yaitu nilai yang sifatnya baik sebagai alat untuk membantu sesuatu hal sedangkan nilai intrinsic adalah sifat baik yang terkandung didalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut.

Keserasian merupakan bagaian atau yang dapat mewujudkan keindahan. Keserasian mengandung unsure pengertian, perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Misalnya orang dalam berpakaian memperhatikan antara kulit dan warna yang disukai cocok, warna kulitnya hitam tidak cocok kelihatannya apabila ia memakai warna hijau. Warna hijau cocok untuk orang yang berkulit langsat.

Bertolak dari keserasian, pada dasarnya keindahan itu adalah sejumlah kualitas yang paling sering disebut suatu kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (simetry), keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast). Keindahan juga tersusun dari berbagai keselarasan dan pertentangan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata.

Kehalusan dalam pengertian keindahan bagi manusia dimaksudkan sebagai sikap lembut dalam menghadapi orang lain. Lembut dalam mengucapkan kata-kata, lembut dalam roman muka, lembut dalam sikap anggota badan lainnya. Hal ini berarti menyangkut kesopanan atau keadaban dari sikap manusia dalam pergaulannya baik masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas.

Menurut Alex Ganur dalam bukunya yang berjudul etika bahwa unsur-unsur dan bagian yang dapat melahirkan sikap halus atau kasar adalah :

  1. Anggota badan, bahwa anggota badan yang melahirkan sikap kehalusan atau kasar seperti kaki, tangan, kepala, bahu, mulut, bibir, mata dan roman muka. Orang yang kesadaran etisnya tinggi, sikap-sikap kakinya dikendalikan sebaik-baiknya untuk tidak mengganggu atau merugikan orang lain.
  2. Bahasa, orang yang kesadaran etisnya tinggi bisa memilih kata-kata yang sopan, penyusunannya juga teratur, serta pandai mengatur dan mengendalikan nada, irama dan alun suara dalam mengucapkan isi hati, keinginan dan buah pikirannya.
  3. Bagian-bagian rohani, melahirkan sikap yaitu pikiran, perasaan dan kemauan (cipta, rasa dan karsa). setiap tindakan dan perbuatan timbul karena adanya kemauan. Dengan adanya kemauan, manusia dapat menentukan pilihan berbuat atau tidak berbuat sesuatu baik berbuat baik atau tidak berbuat baik.

Ketiga unsur rohaniah diatas merupakan jalinan yang kuat sekali dan yang membuat orang dinamis. Dengan pikiran, manusia dapat mengendalikan keauan dan perasaannya. Hal ini berarti dapat mengendalikan tingkah lakunya sesuai dengan rasionya. Demikian pula perasaan halus akan melahirkan jalan pikirannya sehingga dapat melahirkan pikiran yang bijaksana atau akal yang sehat.

Agar didalam pergaulan terjadi kehalusan dan kelembutan maka hendaklah hubungan itu dilakukan harus berdasarkan prinsip-prinsip :

Apabila hal-hal diatas dipegang teguh dan sebagai dasar pergaulan maka akan selalu ditemui kehalusan atau kelembutan, kedamaian, kebahagiaan dan ketenangan.

Kehalusan dalam karya seni sangat menentukan untuk perwujudan kehindahannya. karya seni sebagai hasil ciptaan manusia, mempunyai nilai-nilai tertentu untuk memuaskan sesuatu keinginan manusia.

Dilihat dari mediumnya, maka suatu karya seni mempunyai :

  1. Nilai inderawi (sensous value), bahwa dengan nilai ini pengamat memperoleh kepuasan lewat ciri-ciri inderawi hasil seni seperti warna-warna yang terpancar dari suatu lukisan atau kata-kata yang indah terdengar dalam suatu deklamasi saja.
  2. Nilai formal (formal value), yang membuat sipengamat menghargai atau mengagumi bentuk karya seni tersebut.
  3. Nilai Pengetahuan (cognitive value), bahwa dengan penghayatan seni membuat orang sadar akan realita subjektif, pengalaman intern dan perasaannya.
  4. Nilai kehidupan (life value), melalui karya seni berbagai nilai kehidupan diteruskan, seperti ide, thema, atau dalil keadilan yang terselip didalam karya seni itu sendiri. Bahkan terhadap kehidupan pribadi, seseorang itu mampu merasa dan menilai secara halus karya seni yang dihayatinya sehingga dalam hal ini dapatlah dikatakan bahwa seni untuk seni.

5. Manusia dan Penderiataan

A. Penderitaan

Penderiataan adalah sebagai ujian atau bahwakan percobaan dari Tuhan, apakah seseorang kuat imannya atau tidak. Penderitaan menjadi suatu proses yang harus dilewati dan suatu alat.

Ada bermacam-macam perbuatan manusia sebagai perwujudan dari keteguhan hatinya untuk ikut merasakan penderitaan orang lain, hal ini sesuai dengan kerelaan, kesanggupan, kemampuan dan tekat yang ada padanya. Disisi lain bagi para seniman, penderitaan itu merupakan sumber imajinasi sehingga hatinya bergerak untuk menuangkan penderitaan itu dalam bentuk karya seni, untuk dikomunikasikan dengan para pembaca atau para penonton. Dengan memperlajari berbagai kasus penderitaan manusia lewat karya seni, berarti banyak mempelajari sikap, nilai harga diri, ketamakan, kesombongan orang dan sebagainya. Dan manfaatnya untuk memperluas persepsi, tanggapan, wawasan dan penalaran untuk memperluas persepsi bagi yang mempelajarinya.

B. Malapetaka

Bencana alam agaknya merupakan salah satu contoh dimana hampir semua orang setuju untuk menyatakan sebagai penderitaan (yang biasanya ditanggung secara beramai-ramai). Bencana ala ini disamping mala petaka lain seperti wabah, banjir, topan, menyurut dan kondisi-kondisi hidup manusia. Sebab itulah banyak orang menyatakan malapetaka ini sebagai anti manusia dan anti kebudayaan.

Namun demikian kita melihat bahwa manusia selalu gugup menghadapi bencana-bencana. Bahkan manusia modern melihat beberapa gejala sebagai tanda peringatan akan datangnya suatu malapetaka. Ilmu mencoba mengembangkan dirinya sebagai sarana yang bagus untuk menduga serta megatur peristiwa-peristiwa alam yang barangkali berbahaya untuk manusia.

 

C. Siksaan

Siksaan sudah banyak kit baca diberbagai media massa, bahkan kadang-kadang ditulis dihalam pertama dengan judul huruf besar dan disertai dengan gambar sikorban.

Siksaan dapat berupa penyakit, siksaan hati, siksaan badan oleh orang lain dan sebagainya. Sebagai bagian hidup manusia, siksaan juga menimbulkan kreativitas baik bagi yang mengalami siksaan atau orang lain yang berjiwa seni yang menyaksikan baik langsung atau tidak langsung. Hal ini terbukti dengan banyaknya tulisan baik berupa berita, cerpen, novel, dan film.

6. Manusia dan Keadilan

Manusia dan keadilan merupakan salah satu konsep dari berbagai masalah dasar manusia yang merupakan inti permasalahan yang dihadapi dan dialami manusia. Setiap orang pasti pernah mengalami dan merasakan keadilan, biasanya orang membicarakan keadilan sebagai satu dengan hukum sedangkan hak dibicarakan satu nafas dengan kewajiban.

M. Ruer menyatakan bahwa keadilan berbeda dengan hukum, sebab hukum merupakan pelaksanaan dari kekuasaan sendangkan keadilan merupakan suatu ide keseimbangan perbandingan.

Dapat kiranya dikemukakan bahwa keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Seseorang yang mengaku hak hidupnya, maka ia wajib mempertahankan hak hidupnya tesebut dengan bekerja keras tanpa merugikan orang lain. Hal ini berarti bahwa seseorang itu mengakui hak hiduo orang lain.

Kewajiban dimaksudkan sebagai suatu tugas yang harus dijalankan oleh setiap manusia untuk mempertahankan dan membela hak berupa :

7. Manusia dan Pandangan Hidup

Pandangan hidup dapat disamakan seperti kompas dari sebuah kapal, manusia yang tidak berpandangan hidup adalah sama seperti kapal yang tidak ada kompasnya sehingga akan terombang-ambing.

Pandanga hidup sesuatu bangsa adalah suatu kristalisasi dan nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri, yang diyakinin kebenarannya dan dapat menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya.

Dalam kehidupan manusia tidak dapat melepaskan diri dari cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup dan semuanya itu merupakan suatu pandangan hidup.

  1. Cita-cita
  2. Cita-cita adalah perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati atau cita-cita seringkali diartikan sebagai angan-angan, keinginan, kemauan, niat atau harapan. Manusia yang tidak mempunyai cita-cita tidak akan mungkin maju dalam kehidupannya.

  3. Kebajikan

Kebajikan adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hokum Tuhan. Kebajikan juga berarti berlaku sopan santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapapun dan berpakaian sopan santun dan lain-lain.

Kebajikan dan ketidak bajikansilih berganti dialami oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari, karena itu kebajikan dan ketidak bajikan banyak menimbulkan daya kreatifitas manusia.

Misalnya dapat kita dari karya seni berikut :

  1. Sikap Hidup

Sikap hidup adalah keadaan hati dalam menghadapi kehidupan ini, dimana kita sering merasakan macam-macam sikap baik sikap positif maupun sikap negative, sikap optimis atau pesimis, sikap apatis dan sebagainya.

8. Manusia Dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian

  1. Tanggung Jawab terhadap diri sendiri
  2. Manusia adalah mahluk bermoral tidak dengan sendirinya ataupun tidak sendirinya dapat memberi jawaban yang sesuai dengan tuntutan nilai moral itu sendiri. Dalam arti bahwa setiap manusia itu tidak luput dari kekurangannya berupoa kesalahan ataupun kekeliruan baik sengaja maupun tidak sengaja. Oleh sebab itu manusia harus bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

  3. Tanggung Jawab terhadap kerluarga
  4. Munculnya keluarga dalam masyarakat yaitu yang diartikan sebagai kelompok kecil masyarakat yang terdiri atas ayah, ibi, dan anak-anak. Keberadan keluarga harus dipertahankan dalam arti yang berhubungan demi kelangsungan hidup keluarga serta menyangkut harga diri, kehormatan atau nama baik keluarga.

  5. Tanggung jawab terhadap masyarakat
  6. Manusia adalah mahluk sosial yang pengertiannya dapat dikembangkan dalam hidup serbagai anggota suatu keluarga, antar keluarga dan masyarakat yang lebih luas selalu menunjukkan adanya keharusan dan ketergantungan. Oleh karena itu bahwa anggota keluarga wajib bertanggung jawab atas kelompok masyarakatnya.

  7. Tanggung jawab terhadap bangsa dan Negara
  8. Bahwa setiap individu itu adalah warga Negara yang sekaligus warga dari suatu bangsa dalam suatu Negara. Kehidupan berbangsa dan bernegara berarti di dalamnya juga setiap warga Negara atau anggotanya terikat di dalamnya juga pada norma, maka di dalam kehidupannya sebagai anggota atau warga Negara wajib bertanggung jawab terhadap bangsa dan negaranya.

  9. Tanggung jawab terhadap Tuhan

Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang berari manusia juga milik Tuhan. Manusia dalam penciptaannya diberi kelebihan dari mahluk hidup lainnya oleh Tuhan. Bahwa manusia diberi akal dan budi sehingga di dalam mengembangkan diri hanya manusia mahluk yang berbudaya.

Walaupun begitu manusia tidak lepas dari hokum Tuhan, melainkan mutlak terikat menurut agama yang dianutnya. Hal ini menginsyaratkan bahwa manusia dalam keberadaannya bertingkah laku dan berbuat hukum Tuhan menuntut tanggung jawab dari manusia itu sendiri.

9. Manusia dan Kegelisahan

Kegelisahan artinya perasaan gelisah, khawatir, cemas atau takut dan jijik. Gelisah artinya rasa yang tidak tenteram dihati, dimana seseorang yang sedang mengalami rasa gelisah dapat dihantui rasa khawatir atau takut.

Menurut Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi tiga macam yaitu :

    1. Kecemasan Objektif (kenyataan), suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya yang sumbernya dari luar atau dalam dunia luar.
    2. Kecemasan neurotic (saraf), kecemasan yamg ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya dari naluriah.
    3. Kecemasan moral, hal ini disebabkan karena adanya sifat iri, benci, dendam, dengki, marah, takut, gelisah, cinta, dan rasa kurang. Dengan adanya sifat itu, manusia akan mengalami rasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa.

Keterasingan adalah hal-hal yang berkenaan dengan tersisihnya dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain dimana tersing atau keterasingan adalah bagian dari hidup manusia.

Keterasingan bersumber dari :

      1. Perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat, misalnya mencuri, bersikap angkuh, dan sombong.
      2. Sikap rendah diri, dimana merasa diri tidak berharga, tidak atau kurang laku, tidak atau kurang mampudi hadapan orang lain.

Ketidakpastian adalah bagian dari hidup manusia yang berari setiap orang hidup pernah mengalaminya.

Menurut Siti Meichati dalam bukunya Kesehatan Mental, ada beberapa orang tidak dapat berpikir pasti yang disebabkan oleh :

10. Manusia Dan Harapan

Harapan adalah keinginan supaya sesuatu yang terkandung didalam hati terjadi atau terwujud. Tanpa harapan manusia tidak ada artinya sebagai manusia dimana manusia yang tidak mempunyai harapan berarti tidak dapat diharapkan lagi.

Abraham Maslow mengkategorikan kebutuhan manusia atas lima macam kebutuhan yang merupakan harapan manusia yaitu sebagai berikut :